How can we help?
General Concept
Level User dan Otorisasi
Berikut adalah level user default beserta otorisasinya:
| No | Level User | Rekomendasi Jabatan Pekerja di Perusahan | Otorisasi |
| 1 | Administrator | Staff IT | Setting aplikasi, user management, force/mengubah paksa tidak sesuai urutan terhadap status work order |
| 2 | Manager | Supervisor, Site Manager | Membuat/merevisi schedule, membuat workorder, approve/reject laporan maintenance, approve/reject/remove laporan trouble, approve/reject laporan trouble closing, memasukkan dan mengedit data equipment, melihat arsip laporan |
| 3 | Engineer | Engineer, Maintenance Planner | Membuat/merevisi schedule, membuat workorder, review/reject/revisi laporan maintenance, review/reject/revisi laporan trouble closing, memasukkan dan mengedit data equipment, melihat arsip laporan |
| 4 | Technician | Teknisi, Operator | Meng-acknowledge work order, membuat laporan, melihat arsip laporan |
| 5 | Warehouse staff | Staff Warehouse | Meng-acknowledge work order, membuat laporan, melihat arsip laporan, manajemen sparepart |
| 6 | Viewer | Manajemen perusahaan atau pekerja divisi lain yang hanya berkepentingan untuk melihat data dalam aplikasi | Read only dashboard, scheduler, work order, trouble, sparepart, user data, melihat arsip laporan, data equipment |
| 7 | Supporting | Helper, general worker, office boy | Read only dashboard |
Catatan: pada aplikasi CMMS Soluman terdapat User Role yang memungkinkan Administrator untuk mengubah, menambahkan, atau mengurangi setiap otoritas yang dimiliki setiap akun pengguna.
Mekanisme Pelaksanaan Maintenance

- Engineer/Planner membuat maintenance plan pada scheduler. Pada maintenace plan memuat antara lain waktu pelaksanaan, nama equipment yang akan di maintenance, klasifikasi maintenance (preventive, corective, certification, dan predictive), nama teknisi, aktifitas maintenance dan sparepart yang diperlukan.
- Engineer/Planner membuat work order agar pekerjaan bisa dilaksanakan oleh teknisi. Work order yang dibuat berdasarkan maintenance plan yang sudah ada
- Pada halaman warehouse staff akan terdapat notifikasi permintaan sparepart. Apabila sparepart tersedia akan melakukan confirm dan jika kosong akan menyampaikan not available. Apabila status sparepart-confirm maka teknisi dapat meng-acknowledge work order dan jika not available maka teknisi tidak dapat meng-acknowedge work-order hingga status berubah menjadi sparepart-confirm
- Teknisi meng-acknowledge work-order sebagai tanda dia siap melaksanakan kegiatan maintenance sesuai deskripsi yang ada pada work order.
- Teknisi melaksanakan kegiatan maintenance sesuai acitivity yang ada pada work order, lalu setelah selesai teknisi akan membuat laporan maintenance.
- Akan muncul notifikasi pada halaman engineer untuk mereview laporan. Engineer dapat merevisi, reject, ataupun approve terhadap laporan tersebut. Apabila di reject maka teknisi harus melakukan perbaikan untuk kemudian di review kembali oleh engineer
- Setelah engineer mereview dan memberikan approve pada laporan maka notifikasi akan muncul pada halaman work order Manager. Lalu Manager dapat me-reject ataupun approve terhadap laporan tersebut. Apabila di reject maka teknisi harus melakukan perbaikan terhadap laporan untuk kembali di review oleh Engineer. Jika sudah approve maka kegiatan maintenance sudah selesai dan laporan dapat di cetak apabila diperlukan.
Aset Register dan Taksonomi
Aset register dan taksonomi yang digunakan pada aplikasi Soluman adalah sebagai berikut:

- Plant merupakan gabungan dari beberapa sistem yang terdiri atas peralatan-peralatan yang saling terkait yang memproses suatu material masukan menjadi material keluaran dengan karakteristik tertentu. Misal refinery station yang terdapat berbagai macam system untuk mengolah minyak mentah menjadi bahan bakar siap pakai.
- Section/System merupakan gabungan dari beberapa equipment yang saling terhubung untuk melaksanakan fungsi tertentu misal power generation system yang terdiri atas beberapa jenis perangkat seperti tangki bahan bakar, filter bahan bakar, genset
- Equipment Type merupakan jenis equipment dari perangkat yang typical misal genset jenis G3406 merek Caterpillar.
- Equipment merupakan satu kesatuan perangkat equipment yang terdiri atas part-part penyusun contoh genset jenis G3406 dengan tag number 21-GE-2113. Equipment biasanya diidentifikasi dengan tag number atau equipment identification number. Dalam aplikasi Soluman kegiatan maintenance dilakukan terhadap equipment dengan activity yang typical untuk sub system/jenis equipment yang sama
- Part merupakan unsur penyusun equipment contoh filter oli genset, busi genset, hose air compressor. Part biasanya diidentifikasikan dengan part number. Part yang di cadangkan didalam gudang untuk kebutuhan penggantian rutin/emergency di sebut sparepart.
- Sebelum anda menggunakan aplikasi Soluman kami sarankan anda sudah memiliki daftar asset register dengan format berikut ini untuk mempermudah anda nanti dalam memasukkan data ke aplikasi Soluman.
| Plant/Division | Section/System | Equipment Type | Equipment | Sparepart | ||
| ID/Tag Number | Nama Equipment | Part Number | Nama Sparepart | |||
| Plant A | Section A | Sub Section A1 | A1-TAG-01 | Equipment 1 | PN-1 | Sparepart 1 |
| A1-TAG-02 | Equipment 2 | PN-2 | Sparepart 2 | |||
| A1-TAG-03 | Equipment 3 | PN-3 | Sparepart 3 | |||
| A1-TAG-04 | Equipment 4 | PN-4 | Sparepart 4 | |||
| Dst | Dst | Dst | Dst | |||
| Sub Section A2 | … | … | … | … | ||
| Dst | Dst | |||||
Penilaian Kesehatan Equipment
Penilaian kondisi kesehatan peralatan dilaksanakan oleh teknisi pada saat selesai melaksanakan kegiatan maintenance. Dalam penilaian kesehatan acuan yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
- Optimum, apabila peralatan berada pada performa yang optimal. Tidak terdapat permasalahan yang terdeteksi pada peralatan
- Good, apabila peralatan masih dapat bekerja menghasilkan output yang normal namun terdapat permasalahan minor pada peralatan tersebut. Permasalahan yang ada belum sampai mengganggu kinerja peralatan
- Fair, apabila peralatan masih dapat bekerja normal namun ada permasalahan yang menimbulkan resiko keselamatan baik pada operator, area sekitar, maupun pada perangkat itu sendiri
- Poor, apabila peralatan bekerja namun output sudah tidak stabil/tidak sesuai dengan yang seharusnya, permasalahan yang ada menimbulkan resiko keselamatan baik pada operator, area sekitar, maupun pada perangkat itu sendiri
- Bad, peralatan tidak dapat bekerja