How can we help?
Flow Process Preventive Maintenance

Flow process pelaksanaan kegiatan preventive/certification maintenance ditunjukkan pada gambar diatas.
- Schedule/maintenance plan yang berisi waktu pelaksanaan, pelaksana pekerjaan, dan daftar spare part yang digunakan disusun oleh planner atau account lain yang diberikan kewenangan
- Work order dibuat berdasarkan maintenance plan untuk menjadi dasar tim teknisi melaksanakan kegiatan maintenance
- Apabila kegiatan maintenance membutuhkan spare part maka sinyal order akan masuk ke bagian gudang sehingga warehouse officer dapat memeriksa ketersediannya dan menyiapkannya.
- Technician Coordinator melakukan acknowledge (menerima) work order yang ditujukan padanya.
- Tim teknisi melaksanakan kegiatan maintenance berdarkan detail yang ada pada work order
- Setelah kegiatan selesai Technician Coordinator menyusun laporan maintenance yang berisi realisasi kegiatan maintenance seperti:
- Waktu aktual pelaksanaan
- Pekerja (teknisi) yang melaksanakan kegiatan
- Check list aktifitas maintenance sebelum dan setelah kegiatan
- Kesimpulan terhadap kesehatan peralatan
- Sparepart yang digunakan
- Kebutuhan lain yang digunakan serta biayanya
- Catatan tambahan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan maintenance
- Laporan yang telah disusun di review oleh engineer untuk memastikan kesesuaiannya
- Laporan yang telah di review oleh engineer dilanjutkan review oleh site manager dan dilanjutkan dengan proses approval
- Apabila dalam proses review ada ketidaksesuaian pada laporan maka laporan dapat di reject untuk dilakukan perbaikan kembali
- Laporan maintenance yang telah finish tersimpan dalam database dan dapat diakses kebutuhan lanjutan.
Note:
Kewenangan masing-masing pekerja dapat disesuaikan dengan proses bisnis masing-masing perusahaan,