Satu Gudang Untuk Multi Plant

Dalam kondisi tertentu, perusahaan dapat memiliki satu Warehouse yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sparepart bagi lebih dari satu plant. Pada konfigurasi ini, stok sparepart tidak disimpan secara terpisah pada masing-masing plant, melainkan dikelola secara terpusat pada satu warehouse utama.
Dengan konfigurasi tersebut, beberapa plant dapat menggunakan stok dan daftar sparepart yang berasal dari warehouse utama. Pengaturan ini dapat digunakan apabila proses bisnis perusahaan menetapkan bahwa kebutuhan sparepart beberapa plant dikelola melalui satu warehouse yang sama.
Ketentuan Konfigurasi
Sebelum melakukan konfigurasi, perusahaan perlu menentukan terlebih dahulu plant mana yang akan ditetapkan sebagai plant utama (warehouse utama).
Hal ini diperlukan karena setiap warehouse hanya dapat diregistrasikan pada satu plant. Oleh karena itu, salah satu plant harus ditetapkan sebagai plant yang berfungsi sebagai referensi warehouse utama bagi plant lainnya.
Sebagai contoh, apabila terdapat Plant A, Plant B, dan Plant C, perusahaan dapat menetapkan Plant A sebagai warehouse utama. Selanjutnya, Plant B dan Plant C dapat dikonfigurasikan untuk menggunakan warehouse yang berada pada Plant A.

Cara Melakukan Konfigurasi
- Tentukan terlebih dahulu plant yang akan digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan pengelolaan stok utama.Penentuan ini perlu disesuaikan dengan business process perusahaan, terutama terkait lokasi penyimpanan fisik sparepart dan pihak yang bertanggung jawab dalam pengelolaan stok.
- Buka Menu Master Data → Asset Register
- Pada halaman Asset Register, pilih Add Plant untuk menambahkan plant baru atau Edit Plant untuk mengubah konfigurasi plant yang sudah tersedia.
- Pada form Plant, terdapat field Sparepart Warehouse Reference.Pada field tersebut, pilih ID Plant yang telah ditetapkan sebagai plant utama atau warehouse utama.Contohnya:
- Plant A → digunakan sebagai warehouse utama
- Plant B → Sparepart Warehouse Reference = Plant A
- Plant C → Sparepart Warehouse Reference = Plant A
- Setelah Sparepart Warehouse Reference ditentukan, simpan konfigurasi plant tersebut.
Hasil Konfigurasi
Setelah konfigurasi berhasil dilakukan, plant yang terhubung dengan plant utama akan menggunakan stok dan daftar sparepart dari plant utama yang berfungsi sebagai warehouse.
Dengan demikian, apabila Plant B dan Plant C menggunakan Plant A sebagai Sparepart Warehouse Reference, maka data stok dan daftar sparepart yang tersedia pada Plant B dan Plant C akan mengacu pada warehouse Plant A.
Konfigurasi ini memungkinkan perusahaan mengelola satu warehouse untuk memenuhi kebutuhan sparepart dari beberapa plant tanpa harus membuat pengelolaan stok secara terpisah pada masing-masing plant.
Catatan:
Pembaruan atau penyesuaian stock sparepart hanya dapat dilakukan pada plant yang ditetapkan sebagai warehouse utama. Plant lain yang menggunakan warehouse tersebut akan mengambil informasi stok berdasarkan data dari plant utama.