< All Topics
Print

Analisys – Reliability Centered Maintenance (RCM)

Reliability-Centered Maintenance (RCM) dalam Pemeliharaan Aset adalah pendekatan strategis yang digunakan untuk merancang rencana pemeliharaan yang dapat memaksimalkan keandalan dan efisiensi operasional aset. RCM berfokus pada identifikasi dan pemeliharaan komponen-komponen yang paling kritis dalam suatu sistem guna mengurangi kemungkinan kegagalan dan meningkatkan performa keseluruhan. Pendekatan ini semakin populer di berbagai industri sebagai solusi untuk menekan biaya operasional dan meningkatkan ketahanan sistem.

Cara Penggunaan RCM

  • Pada modul Analysis > RCM > Klik + Register equipment
  • Isi seluruh data mulai dari equipment type, equipment , assesment note yang berfungsi sebagai judul dan deskripsi kegiatan RCM yang akan dibuat
  • Kemudian pada halam list RCM yang sudah dibuat klik “Open Workspace” pada data RCM yang akan anda susun
  • Pada halaman detail equipment RCM klik +ADD FUNCTION
  • Isi kolom berikut:
    • Function Description: Deskripsi fungsi peralatan dengan format verb + object + standard performance, misalnya, “Mengalirkan air dengan tekanan 5 bar”.
    • Function Type: Pilih Main untuk fungsi utama dan Normal Function untuk fungsi sekunder atau pendukung.
  • Klik Save untuk menyimpan data dan melanjutkan ke tahap berikutnya dengan cara klik judul dari “Equipment Function”
  • Klik +ADD FAILURE STATE dengan mengisi
    • Failure No untuk mengisi nomor urut
    • Functional Failure State adalah mendeksripsikan kerusakan yang terjadi
  • Klik Save dan klik judul dari failure state yang sudah dibuat
  • Isikan data pada failure mode
    • Failure mode yaitu bentuk atau mekanisme spesifik kegagalan yang menyebabkan aset tidak dapat memenuhi fungsinya
    • Failure effect adalah efek yang terjadi karena kerusakan yang terjadi
  • Klik Save dan klik judul pada Failure Mode
  • Anda akan dibawa ke halaman dengan beberapa pertanyaan yang nantinya menentukan hasil akhir pada RCM

Panduan Pertanyaan RCM — Pengertian, Fungsi, dan Jawaban

Dokumentasi ini disusun untuk manual penggunaan modul RCM (Reliability-Centered Maintenance) pada CMMS Solusi Maintenance. Setiap pertanyaan dijelaskan berdasarkan maksudnya, fungsi dalam analisis RCM, contoh penerapan, serta panduan menentukan jawaban Yes atau No.

Hal penting: jawaban RCM tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan asumsi. Penilaian harus didasarkan pada karakteristik peralatan, pola kegagalan, konsekuensi, data teknis, dan efektivitas tugas pemeliharaan yang tersedia.

1. H — Keterdeteksian Kegagalan oleh Kru Operasional

Pertanyaan asli:

Will the loss of function caused by this failure mode on its own become evident to the operating crew under normal circumstances?

Maksud pertanyaan:

Apakah hilangnya fungsi peralatan akibat failure mode ini dapat diketahui oleh kru operasional dalam kondisi operasi normal, tanpa pemeriksaan atau pengujian khusus?

Fungsi:

Menentukan apakah kegagalan termasuk evident failure (kegagalan yang dapat diketahui) atau hidden failure (kegagalan tersembunyi). Hasilnya membantu menentukan apakah diperlukan pemeriksaan khusus untuk menemukan kegagalan yang tidak terlihat saat operasi normal.

Contoh:

  • Yes: Pompa berhenti mengalirkan air dan kondisi tersebut langsung diketahui melalui indikator aliran atau pengamatan operator.
  • No: Sistem proteksi tekanan gagal berfungsi, tetapi kegagalannya tidak diketahui karena sistem tersebut hanya dibutuhkan saat terjadi tekanan berlebih.

Panduan jawaban:

  • Pilih Yes jika hilangnya fungsi dapat diketahui kru operasional dalam kondisi normal.
  • Pilih No jika hilangnya fungsi tidak dapat diketahui tanpa pemeriksaan atau pengujian khusus.

Tujuan akhir: Mengidentifikasi apakah kegagalan dapat terdeteksi secara normal atau membutuhkan strategi failure-finding.

2. S — Konsekuensi Kegagalan terhadap Keselamatan

Pertanyaan asli:

Does the failure mode cause a loss of function or other damage which could hurt or kill someone?

Maksud pertanyaan:

Apakah failure mode dapat menyebabkan hilangnya fungsi atau kerusakan lain yang berpotensi mencederai atau menyebabkan kematian seseorang?

Fungsi:

Mengidentifikasi kegagalan yang memiliki konsekuensi terhadap keselamatan manusia sehingga strategi pemeliharaannya harus mempertimbangkan risiko cedera atau kematian.

Contoh:

  • Yes: Sistem pengereman crane gagal sehingga beban berpotensi jatuh dan mencederai pekerja.
  • No: Lampu indikator nonkritis mati tanpa menimbulkan risiko keselamatan yang relevan.

Panduan jawaban:

  • Pilih Yes jika terdapat konsekuensi yang masuk akal berupa cedera atau kematian.
  • Pilih No jika kegagalan tidak menimbulkan konsekuensi tersebut berdasarkan analisis risiko.

Tujuan akhir: Menentukan apakah failure mode termasuk kegagalan yang berdampak terhadap keselamatan manusia.

Catatan: Pertanyaan S ini secara khusus membahas keselamatan manusia. Konsekuensi terhadap lingkungan dinilai sesuai cabang analisis yang relevan.

3. H1 — Kelayakan Pendeteksian Potensi Kegagalan

Pertanyaan asli:

Is a task to detect whether the failure is occurring or about to occur technically feasible and worth doing?

Maksud pertanyaan:

Apakah pemeriksaan kondisi untuk mendeteksi kegagalan yang sedang berkembang atau akan segera terjadi layak secara teknis dan memberikan manfaat yang sepadan?

Pertanyaan ini berkaitan dengan on-condition task, yaitu pemeliharaan berdasarkan kondisi aktual peralatan.

Fungsi:

Menentukan apakah tanda-tanda awal kerusakan dapat dideteksi cukup dini sehingga tindakan perbaikan bisa dilakukan sebelum peralatan kehilangan fungsinya.

Panduan penilaian:

  • Apakah terdapat tanda awal kegagalan yang jelas?
  • Berapa lama P-F Interval, yaitu waktu antara potensi kegagalan mulai dapat dideteksi dan terjadinya kegagalan fungsional?
  • Apakah P-F Interval cukup panjang dan konsisten untuk digunakan?
  • Apakah pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering daripada P-F Interval?
  • Apakah pemeriksaan mampu menjaga ketersediaan peralatan yang dibutuhkan dan mengendalikan risiko multiple failure hingga tingkat yang dapat diterima?

Contoh:

Bearing motor listrik mengalami degradasi yang dapat dideteksi melalui analisis getaran sekitar 14 hari sebelum motor kehilangan fungsi. Pemeriksaan dilakukan setiap 7 hari sehingga teknisi memiliki kesempatan untuk merencanakan penggantian bearing sebelum motor gagal beroperasi.

  • Yes: Tanda awal dapat dideteksi, interval pemeriksaan memadai, dan tindakan perbaikan efektif.
  • No: Tidak ada metode pendeteksian yang memadai, waktu peringatan terlalu singkat, atau tugas tersebut tidak memberikan manfaat yang cukup.

Tujuan akhir: Menentukan apakah pemeliharaan berbasis kondisi layak diterapkan untuk mendeteksi potensi kegagalan sebelum terjadi kegagalan fungsional.

4. H2 — Kelayakan Restorasi Terjadwal

Pertanyaan asli:

Is a scheduled restoration task to reduce the failure rate technically feasible and worth doing?

Maksud pertanyaan:

Apakah pemulihan kondisi peralatan secara terjadwal dapat mengurangi tingkat kegagalan dan layak diterapkan?

Restorasi dapat berupa overhaul, rekondisi, atau tindakan pemeliharaan lain yang memulihkan kemampuan fungsi komponen tanpa selalu menggantinya dengan komponen baru.

Fungsi:

Menilai apakah restorasi berdasarkan usia atau jam operasi efektif mengurangi risiko kegagalan.

Panduan penilaian:

  • Apakah terdapat usia atau jam operasi ketika probabilitas kegagalan meningkat tajam?
  • Apakah sebagian besar kegagalan terjadi setelah usia tersebut?
  • Apakah restorasi mampu mengembalikan kondisi atau kemampuan fungsi peralatan secara memadai?
  • Apakah tugas tersebut membantu memenuhi kebutuhan ketersediaan peralatan dan mengendalikan risiko multiple failure?

Contoh:

Pompa industri mengalami peningkatan risiko kegagalan setelah 10.000 jam operasi akibat keausan komponen internal. Data teknis mendukung pelaksanaan overhaul setiap 8.000 jam operasi untuk memulihkan kondisi komponen sebelum risiko meningkat.

  • Yes: Pola kegagalan mendukung restorasi berdasarkan usia, restorasi efektif, dan manfaatnya memadai.
  • No: Kegagalan tidak memiliki pola usia yang relevan atau restorasi tidak efektif mengurangi risiko.

Tujuan akhir: Menentukan apakah restorasi terjadwal merupakan strategi yang layak untuk menurunkan tingkat kegagalan.

5. H3 — Kelayakan Penggantian Terjadwal

Pertanyaan asli:

Is a scheduled discard task to reduce the failure rate technically feasible and worth doing?

Maksud pertanyaan:

Apakah penggantian komponen secara terjadwal dapat mengurangi tingkat kegagalan dan layak diterapkan?

Scheduled discard task adalah penggantian komponen pada usia atau jam operasi yang telah ditentukan, sebelum risiko kegagalannya meningkat secara signifikan.

Fungsi:

Menentukan apakah penggantian berdasarkan usia pakai lebih efektif daripada membiarkan komponen tetap digunakan sampai gagal.

Panduan penilaian:

  • Apakah terdapat usia ketika probabilitas kegagalan meningkat tajam?
  • Apakah sebagian besar kegagalan terjadi setelah usia tersebut?
  • Apakah penggantian terjadwal membantu menjaga ketersediaan peralatan dan mengendalikan risiko multiple failure?

Contoh:

Belt conveyor menunjukkan peningkatan risiko putus setelah mencapai 12.000 jam operasi. Perusahaan mempertimbangkan penggantian setiap 10.000 jam untuk mengurangi kemungkinan kegagalan saat produksi berlangsung.

  • Yes: Pola kegagalan berdasarkan usia terbukti relevan dan penggantian terjadwal efektif menurunkan risiko.
  • No: Kegagalan terjadi secara acak atau penggantian berdasarkan usia tidak memberikan manfaat yang memadai.

Tujuan akhir: Menentukan apakah penggantian komponen secara terjadwal layak untuk mengurangi tingkat kegagalan.

6. H4 — Kelayakan Pemeriksaan Kegagalan Tersembunyi

Pertanyaan asli:

Is a failure-finding task to detect the failure technically feasible and worth doing?

Maksud pertanyaan:

Apakah pemeriksaan atau pengujian berkala untuk mengetahui apakah suatu fungsi telah gagal layak secara teknis dan bermanfaat?

Pertanyaan ini berkaitan dengan failure-finding task, yaitu pemeriksaan yang dirancang untuk menemukan kegagalan tersembunyi yang tidak diketahui kru operasional dalam kondisi normal.

Fungsi:

Menentukan apakah pemeriksaan khusus diperlukan untuk memastikan fungsi proteksi, alarm, atau perangkat cadangan tetap dapat bekerja ketika dibutuhkan.

Panduan penilaian:

  • Apakah kegagalan dapat diketahui melalui pemeriksaan atau pengujian?
  • Apakah pemeriksaan dapat dilakukan secara praktis pada interval yang dibutuhkan?
  • Apakah pemeriksaan membantu menjaga ketersediaan yang diperlukan dan mengurangi risiko multiple failure hingga tingkat yang dapat diterima?

Contoh:

Sistem proteksi tekanan berlebih pada tangki jarang digunakan. Kerusakan pada sistem tersebut mungkin tidak diketahui sampai terjadi tekanan berlebih. Perusahaan melakukan functional test setiap tiga bulan untuk memastikan sistem proteksi dapat bekerja.

  • Yes: Fungsi dapat diuji, interval pemeriksaan layak, dan pemeriksaan memberikan manfaat yang memadai.
  • No: Fungsi tidak dapat diperiksa secara memadai atau pemeriksaan tidak cukup efektif mengendalikan risiko.

Tujuan akhir: Menentukan apakah failure-finding task layak diterapkan untuk menemukan kegagalan tersembunyi sebelum menimbulkan konsekuensi yang lebih serius.

7. H5 — Konsekuensi Multiple Failure terhadap Keselamatan atau Lingkungan

Pertanyaan asli:

Could the multiple failure affect safety or the environment?

Maksud pertanyaan:

Apakah multiple failure dapat menimbulkan konsekuensi terhadap keselamatan manusia atau lingkungan?

Multiple failure terjadi ketika suatu fungsi yang sudah gagal—sering kali berupa fungsi proteksi yang kegagalannya tersembunyi—tidak dapat menjalankan tugasnya saat kegagalan lain terjadi.

Fungsi:

Menilai apakah kombinasi kegagalan dapat memperburuk suatu kejadian hingga menimbulkan cedera, kematian, atau kerusakan lingkungan.

Contoh:

Sebuah tangki dilengkapi safety valve untuk mencegah tekanan berlebih.

  1. Safety valve gagal membuka, tetapi kegagalannya tidak diketahui.
  2. Sistem pengendalian tekanan kemudian gagal.
  3. Tekanan meningkat tanpa perlindungan yang memadai dan berpotensi menyebabkan pecahnya tangki atau pelepasan material berbahaya.
  • Yes: Kombinasi kegagalan dapat menimbulkan konsekuensi terhadap keselamatan atau lingkungan.
  • No: Kombinasi kegagalan tidak menimbulkan konsekuensi keselamatan atau lingkungan yang relevan berdasarkan analisis.

Tujuan akhir: Menentukan apakah multiple failure menimbulkan risiko keselamatan atau lingkungan yang memerlukan pengendalian khusus.

Catatan: H5 tidak sekadar menilai apakah salah satu komponen gagal. Pertanyaan ini menilai konsekuensi dari kombinasi kegagalan yang relevan.

8. S1 — Kelayakan Pendeteksian Kegagalan yang Berdampak pada Keselamatan atau Lingkungan

Pertanyaan asli:

Is a task to detect whether the failure is occurring or about to occur technically feasible and worth doing?

Maksud pertanyaan:

Apakah pemeriksaan untuk mendeteksi potensi kegagalan layak secara teknis dan dapat mengurangi risiko kegagalan yang berdampak terhadap keselamatan manusia atau lingkungan hingga tingkat yang dapat diterima?

Fungsi:

Menentukan apakah on-condition task dapat mendeteksi tanda awal kegagalan dengan cukup cepat untuk memungkinkan tindakan pencegahan sebelum konsekuensi berbahaya terjadi.

Panduan penilaian:

  • Apakah terdapat tanda awal kegagalan yang jelas?
  • Apakah P-F Interval cukup panjang, konsisten, dan dapat digunakan untuk menentukan interval pemeriksaan?
  • Apakah pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering daripada P-F Interval?
  • Apakah tugas tersebut efektif mengurangi risiko hingga tingkat yang dapat diterima?

Contoh:

Pipa yang mengalirkan bahan kimia berbahaya mengalami korosi. Pemeriksaan ketebalan dinding pipa dapat mendeteksi penipisan sebelum pipa kehilangan kemampuan menahan tekanan.

Perusahaan menetapkan inspeksi berkala dan batas ketebalan minimum untuk menentukan kapan perbaikan harus dilakukan.

  • Yes: Metode inspeksi mampu mendeteksi degradasi cukup dini dan secara efektif mengurangi risiko kebocoran berbahaya.
  • No: Kegagalan tidak dapat dideteksi cukup dini atau pemeriksaan tidak mampu mengendalikan risiko secara memadai.

Tujuan akhir: Menentukan apakah pemeliharaan berbasis kondisi layak untuk mengendalikan risiko keselamatan atau lingkungan.

Perbedaan dengan H1: H1 mengevaluasi kelayakan pendeteksian kegagalan secara umum, sedangkan S1 secara khusus mensyaratkan agar tugas tersebut mengurangi risiko keselamatan atau lingkungan ke tingkat yang dapat diterima.

9. S2 — Kelayakan Restorasi Terjadwal untuk Mencegah Kegagalan Berbahaya

Pertanyaan asli:

Is a scheduled restoration task to avoid the failure technically feasible and worth doing?

Maksud pertanyaan:

Apakah restorasi peralatan secara terjadwal layak dilakukan untuk mencegah kegagalan yang dapat berdampak terhadap keselamatan manusia atau lingkungan?

Fungsi:

Menentukan apakah restorasi berdasarkan usia atau jam operasi dapat mencegah kegagalan yang berbahaya secara efektif.

Panduan penilaian:

  • Apakah terdapat usia ketika probabilitas kegagalan meningkat tajam?
  • Apakah seluruh kegagalan yang relevan terjadi setelah usia tersebut?
  • Apakah restorasi mampu memulihkan kemampuan fungsi peralatan secara memadai?
  • Apakah restorasi mengurangi risiko hingga tingkat yang dapat diterima?

Contoh:

Pompa yang mengalirkan bahan kimia berbahaya menggunakan seal yang mengalami degradasi seiring waktu. Data yang tersedia menunjukkan pola kegagalan berdasarkan usia dan mendukung pelaksanaan restorasi sebelum risiko kebocoran meningkat.

  • Yes: Pola kegagalan mendukung restorasi terjadwal dan tindakan tersebut mampu mengurangi risiko ke tingkat yang dapat diterima.
  • No: Kegagalan tidak memiliki pola usia yang relevan atau restorasi tidak mampu mengurangi risiko secara memadai.

Tujuan akhir: Menentukan apakah restorasi terjadwal merupakan tindakan yang efektif untuk mencegah kegagalan yang berdampak terhadap keselamatan atau lingkungan.

Perbedaan dengan H2: H2 berfokus pada pengurangan tingkat kegagalan secara umum, sedangkan S2 berfokus pada pencegahan kegagalan yang memiliki konsekuensi keselamatan atau lingkungan. Panduan S2 menggunakan kriteria yang lebih ketat: seluruh kegagalan yang relevan harus terjadi setelah usia tertentu agar pola tersebut mendukung tugas berdasarkan usia.

10. S3 — Kelayakan Penggantian Terjadwal untuk Mencegah Kegagalan Berbahaya

Pertanyaan asli:

Is a scheduled discard task to avoid failures technically feasible and worth doing?

Maksud pertanyaan:

Apakah penggantian komponen secara terjadwal layak dilakukan untuk mencegah kegagalan yang dapat membahayakan manusia atau lingkungan?

Fungsi:

Mengevaluasi apakah penggantian komponen berdasarkan usia atau jam operasi dapat menurunkan risiko kegagalan berbahaya hingga tingkat yang dapat diterima.

Panduan penilaian:

  • Apakah terdapat usia ketika probabilitas kegagalan meningkat tajam?
  • Apakah seluruh kegagalan yang relevan terjadi setelah usia tersebut?
  • Apakah penggantian terjadwal efektif mengurangi risiko hingga tingkat yang dapat diterima?

Contoh:

Selang hidraulik pada mesin industri mengalami degradasi material seiring waktu. Jika kegagalan selang dapat menyemprotkan fluida bertekanan tinggi ke area kerja, perusahaan dapat menetapkan penggantian berkala berdasarkan data usia pakai dan rekomendasi teknis yang relevan.

  • Yes: Pola kegagalan mendukung penggantian berdasarkan usia dan tindakan tersebut secara efektif mengurangi risiko.
  • No: Kegagalan terjadi secara acak atau penggantian terjadwal tidak cukup efektif mengurangi risiko.

Tujuan akhir: Menentukan apakah penggantian komponen secara terjadwal merupakan tindakan yang efektif untuk mencegah kegagalan berbahaya.

Perbedaan dengan S2: S2 mengevaluasi restorasi komponen untuk memulihkan kondisinya, sedangkan S3 mengevaluasi penggantian komponen dengan komponen baru.

11. S4 — Kelayakan Kombinasi Tugas Pemeliharaan

Pertanyaan asli:

Is a combination of tasks to avoid failures technically feasible and worth doing?

Maksud pertanyaan:

Apakah kombinasi beberapa tugas pemeliharaan layak secara teknis dan bermanfaat untuk mencegah kegagalan yang memiliki konsekuensi terhadap keselamatan manusia atau lingkungan?

Kombinasi tugas dapat mencakup pemeriksaan kondisi, restorasi terjadwal, penggantian terjadwal, atau kombinasi tugas lain yang relevan.

Fungsi:

Menilai apakah beberapa tugas pemeliharaan yang diterapkan bersama dapat mengendalikan risiko kegagalan secara efektif ketika satu jenis tugas saja tidak memadai.

Panduan penilaian:

  • Apakah kombinasi tugas dapat dilaksanakan secara teknis dan operasional?
  • Apakah setiap tugas memiliki kontribusi yang jelas dalam mengurangi risiko?
  • Apakah kombinasi tersebut mampu menurunkan risiko hingga tingkat yang dapat diterima?
  • Apakah manfaat pengendalian risiko sepadan dengan sumber daya dan biaya pelaksanaannya?

Contoh:

Pompa yang mengalirkan bahan kimia berbahaya berpotensi mengalami kebocoran akibat degradasi seal dan kerusakan bearing.

Perusahaan mempertimbangkan kombinasi berikut:

  • Inspeksi kondisi untuk mendeteksi getaran abnormal dan tanda kebocoran.
  • Restorasi terjadwal untuk memulihkan komponen tertentu berdasarkan pola degradasinya.
  • Penggantian seal pada interval yang didukung data teknis jika penggantian berdasarkan usia terbukti efektif.
  • Yes: Kombinasi tugas layak diterapkan dan mampu mengurangi risiko kegagalan hingga tingkat yang dapat diterima.
  • No: Kombinasi tugas tidak layak atau tidak memberikan pengurangan risiko yang memadai.

Tujuan akhir: Menentukan apakah kombinasi beberapa strategi pemeliharaan diperlukan dan efektif untuk mencegah kegagalan yang berdampak terhadap keselamatan atau lingkungan.

Perbedaan dengan S1–S3: S1 mengevaluasi pendeteksian potensi kegagalan, S2 mengevaluasi restorasi terjadwal, S3 mengevaluasi penggantian terjadwal, sedangkan S4 mengevaluasi kelayakan kombinasi beberapa tugas pemeliharaan.

Ringkasan seluruh pertanyaan

KodeFokus penilaianTujuan utama
HKegagalan dapat diketahui kru operasionalMembedakan kegagalan yang terlihat dan tersembunyi
SKonsekuensi terhadap keselamatan manusiaMengidentifikasi risiko cedera atau kematian
H1Pendeteksian potensi kegagalanMenilai kelayakan on-condition task
H2Restorasi terjadwalMenilai pengurangan tingkat kegagalan
H3Penggantian terjadwalMenilai pengurangan tingkat kegagalan melalui penggantian
H4Pemeriksaan kegagalan tersembunyiMenilai kelayakan failure-finding task
H5Konsekuensi multiple failureMengidentifikasi risiko keselamatan atau lingkungan
S1Pendeteksian potensi kegagalan berbahayaMengendalikan risiko keselamatan atau lingkungan
S2Restorasi untuk mencegah kegagalan berbahayaMenilai restorasi berdasarkan usia
S3Penggantian untuk mencegah kegagalan berbahayaMenilai penggantian berdasarkan usia
S4Kombinasi tugas pemeliharaanMenilai efektivitas gabungan strategi pemeliharaan

  • Klik save proposal untuk menyimpan proposal RCM anda
  • Pada akun yang memiliki Role “Approve Analisys” dapat membuka hasil RCM dan klik approve pada data RCM yang telah disusun untuk merilis hasil analisis
  • Anda akan mendapat hasil analisis berdasarkan data yang anda isi sebelumnya
Table of Contents