< All Topics
Print

Menambahkan Data Sparepart Pada Suatu Plant

Setelah data sparepart terdaftar pada Master Sparepart, sparepart dapat ditambahkan ke plant sesuai dengan kebutuhan masing-masing plant.

Untuk menambahkan sparepart pada suatu plant, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Masuk ke menu Sparepart → Sparepart, kemudian pilih plant yang akan dikonfigurasikan.
  2. Klik tombol untuk menambahkan sparepart baru pada plant. Sistem akan menampilkan pop-up atau form penambahan sparepart.
  3. Lengkapi informasi pada form sesuai dengan kebutuhan. Berikut fungsi dari masing-masing field:
    • ID Sparepart (from Master Sparepart Table)
      Digunakan untuk memilih sparepart yang telah terdaftar pada Master Sparepart. Sparepart dapat dicari berdasarkan ID Sparepart, Part Number, atau Part Name.
    • Category
      Digunakan untuk menentukan kategori atau kelompok sparepart berdasarkan equipment type. Jika part nanti akan dipakai banyak tipe mesin, silahkan masukan GENERAL EQUIPMENT
    • Hazardous Material
      Digunakan untuk menentukan apakah sparepart termasuk material yang memiliki karakteristik berbahaya. Pilih Yes apabila sparepart termasuk material berbahaya dan No apabila tidak termasuk.
    • Storage Location
      Digunakan untuk menentukan lokasi penyimpanan sparepart, seperti nomor rak, area gudang, atau lokasi penyimpanan tertentu.
    • Price (Rupiah)
      Digunakan untuk mencatat harga satuan sparepart dalam mata uang Rupiah.
    • Min
      Menentukan batas minimum jumlah stok yang harus tersedia pada storage. Nilai ini dapat digunakan sebagai acuan untuk memberikan indikasi ketika stok mulai menipis dan memerlukan proses pengadaan atau replenishment.
    • Max
      Menentukan batas maksimum jumlah stok yang dapat disimpan pada storage. Pengaturan ini dapat membantu menghindari penumpukan stok yang tidak diperlukan serta penggunaan ruang penyimpanan yang tidak efisien.
  4. Setiap plant dapat memiliki satu warehouse yang berfungsi sebagai pengelola stok sparepart.Warehouse tersebut menjadi lokasi untuk pengelolaan dan pembaruan stok sparepart pada plant yang bersangkutan.
  5. Setelah seluruh data diisi dengan lengkap dan benar, klik tombol Save untuk menyimpan konfigurasi sparepart pada plant.

Catatan:
Pastikan sparepart yang akan ditambahkan telah tersedia pada Master Sparepart. Data pada plant merupakan konfigurasi penggunaan sparepart pada plant tersebut, sedangkan identitas utama sparepart tetap mengacu pada Master Sparepart.

Table of Contents