Analisys – Asset Criticality Analysis (ACA)

Asset Criticality Analysis (ACA) merupakan modul yang digunakan untuk melakukan penilaian dan menentukan tingkat kritikalitas suatu equipment berdasarkan pengaruhnya terhadap operasional, keselamatan, dan aspek bisnis. Hasil analisis ACA dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan prioritas maintenance, alokasi sumber daya, serta tindakan mitigasi terhadap risiko kegagalan equipment.
Pada halaman utama ACA, terdapat beberapa bagian yang dapat digunakan oleh pengguna:
- Equipment Type digunakan untuk memfilter data ACA berdasarkan jenis equipment.
- Settings digunakan untuk mengatur parameter atau konfigurasi yang berkaitan dengan proses ACA.
- + ACA digunakan untuk menambahkan analisis Asset Criticality Analysis baru.
- Proposal Details menampilkan informasi terkait proposal atau pengajuan analisis ACA.
- Asset & Function menampilkan informasi equipment beserta fungsi utama dari asset tersebut.
- Risk Assessment menampilkan hasil penilaian risiko dan tingkat kritikalitas asset.
- Countermeasure menampilkan tindakan atau langkah mitigasi yang diperlukan berdasarkan hasil analisis risiko.
Pada bagian bawah halaman juga terdapat Design Guidance yang menjelaskan bahwa Risk Rating dihitung dengan mengalikan nilai Criticality Level dengan Failure Likelihood. Hasil penilaian tersebut digunakan untuk menunjukkan tingkat risiko asset, mulai dari risiko rendah hingga asset yang sangat kritis dan membutuhkan tindakan segera serta preventive maintenance yang terjadwal.
Glossary / List of Abbreviations mencantumkan beberapa istilah yang digunakan dalam modul, yaitu ACA (Asset Criticality Analysis), RMS (Risk Matrix Score), dan MF (Main Function/Main Asset Function).
Create ACA Proposal
Halaman Create ACA Proposal digunakan untuk membuat pengajuan analisis kritikalitas terhadap suatu equipment. Pengguna perlu mengisi informasi equipment, fungsi utama, tingkat konsekuensi kegagalan, kemungkinan terjadinya kegagalan, serta tindakan penanggulangan yang tersedia. Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan tingkat risiko dan kritikalitas equipment sebagai dasar dalam menentukan prioritas maintenance.

Berikut adalah field yang tersedia:
- Equipment Type digunakan untuk memilih jenis equipment yang akan dianalisis.
Contoh:CONVEYOR - ID/Tag Number Equipment digunakan untuk memilih equipment berdasarkan ID atau tag number yang terdaftar pada sistem.
Contoh:FFBC-02 | FFB CONVEYOR 02 - Main Function digunakan untuk menjelaskan fungsi utama equipment dalam proses operasional.
Contoh:Digunakan untuk memindahkan Fresh Fruit Bunch (FFB) dari area penerimaan menuju proses selanjutnya secara kontinu. - Safety Consequence digunakan untuk menentukan tingkat dampak kegagalan equipment terhadap keselamatan. Pilih nilai berdasarkan konsekuensi terburuk yang mungkin terjadi.
Contoh:3 – Moderate, apabila kegagalan conveyor berpotensi menyebabkan cedera ringan hingga sedang pada operator. - Environmental Consequence digunakan untuk menentukan tingkat dampak kegagalan equipment terhadap lingkungan.
Contoh:2 – Minor, apabila kegagalan equipment hanya menimbulkan dampak lingkungan kecil dan dapat segera ditangani. - Repair Cost Consequence digunakan untuk menentukan tingkat dampak kegagalan berdasarkan biaya perbaikan equipment.
Contoh:3 – Moderate, apabila kerusakan membutuhkan biaya perbaikan yang cukup signifikan tetapi masih dalam batas biaya maintenance normal. - Production Consequence digunakan untuk menentukan tingkat dampak kegagalan equipment terhadap proses produksi.
Contoh:4 – Major, apabila kerusakan conveyor dapat menghentikan atau menghambat proses produksi secara signifikan. - Failure Likelihood digunakan untuk menentukan kemungkinan terjadinya kegagalan equipment berdasarkan riwayat kerusakan atau kondisi operasional equipment.
Contoh:3 – Possible, apabila kegagalan equipment memiliki kemungkinan terjadi dalam kondisi operasional normal. - Countermeasure Available digunakan untuk menentukan apakah tindakan penanggulangan terhadap risiko kegagalan sudah tersedia.
Contoh: pilihYesapabila telah tersedia preventive maintenance, inspeksi rutin, atau tindakan mitigasi lainnya. PilihNoapabila belum terdapat tindakan penanggulangan yang ditetapkan. - Countermeasure Description digunakan untuk menjelaskan tindakan yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi dampak kegagalan equipment.
Contoh:Melakukan inspeksi rutin pada belt, bearing, pulley, dan motor conveyor serta melakukan preventive maintenance sesuai jadwal. - Photo Documentation digunakan untuk melampirkan foto equipment sebagai dokumentasi pendukung analisis.
Contoh: upload foto aktual FFB Conveyor 02, khususnya bagian equipment yang menjadi objek analisis. - Document & Technical File Attachments digunakan untuk melampirkan dokumen teknis atau dokumen pendukung lainnya.
Contoh: melampirkan datasheet conveyor, manual equipment, drawing, inspection report, atau dokumen riwayat maintenance.
Setelah seluruh data diisi dan dokumen pendukung dilampirkan jika diperlukan, klik Submit Proposal untuk mengirimkan proposal ACA ke proses persetujuan.
Catatan: Nilai Consequence sebaiknya ditentukan berdasarkan dampak nyata yang mungkin ditimbulkan oleh kegagalan equipment, sedangkan Failure Likelihood ditentukan berdasarkan kemungkinan terjadinya kegagalan
Approve ACA
- Buka Modul Analysis > ACA
- Klik ID ACA yang akan anda aprrove (Pastikan aku anda memiliki role “Accept Analisys”
- Scroll pada halaman tersebut hingga menemukan tombol Acknowledge
- Klik dan ACA anda akan aktif dan tampil pada equipment