Master Data: Maintenance Checklist / Activity
Modul Maintenance Checklist digunakan untuk memasukkan dan mengatur berbagai kegiatan maintenance yang akan dilakukan pada equipment berdasarkan jenis dan interval maintenance tertentu. Checklist yang telah dibuat nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan maintenance equipment.
Membuka Modul Maintenance Checklist
Untuk membuka modul Maintenance Checklist, klik menu Checklist pada sidebar atau pilih Master → Maintenance Checklist.

Setelah modul dibuka, sistem akan menampilkan halaman Create Checklist. Pada halaman ini, user perlu menentukan Equipment Type, Equipment, dan Maintenance Classification yang akan digunakan untuk membuat Checklist.

Masukan Equipment Type
Pada bagian Equipment Type, pilih jenis equipment yang akan dibuatkan maintenance Checklist.
Data Equipment Type yang tersedia pada bagian ini mengikuti jenis equipment yang telah diregistrasikan dan dikonfigurasi pada modul Equipment. Oleh karena itu, pastikan Equipment Type yang diperlukan sudah tersedia sebelum membuat Maintenance Checklist.
Pemilihan Equipment Type diperlukan agar Checklist yang dibuat dapat diterapkan pada jenis equipment yang sesuai.
Menentukan Maintenance Classification
Pada bagian Maintenance Classification, pilih jenis maintenance yang sesuai dengan aktivitas yang akan dibuat. Terdapat beberapa pilihan, yaitu:
Preventive
Merupakan jenis pemeliharaan rutin yang dilakukan berdasarkan jadwal atau interval Preventive Maintenance dan bukan berdasarkan laporan kerusakan. Tujuannya adalah menjaga kondisi dan performa equipment serta mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan.
Certification
Merupakan jenis pemeliharaan yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan sertifikasi atau pemeriksaan peralatan sesuai dengan regulasi, standar, atau ketentuan yang berlaku.
Corrective
Merupakan jenis pemeliharaan yang dilakukan untuk memperbaiki permasalahan atau kerusakan yang terjadi pada equipment. Equipment yang akan dilakukan maintenance dengan classification Corrective harus terlebih dahulu dimasukkan ke dalam Trouble Report.
Predictive
Merupakan jenis pemeliharaan yang dilakukan berdasarkan tanda-tanda atau indikasi awal kerusakan sebelum equipment mengalami kerusakan atau kegagalan fungsi. Equipment yang akan dilakukan maintenance dengan classification Predictive harus terlebih dahulu dimasukkan ke dalam Trouble Report.
Memilih Equipment
Pada bagian Equipment, pilih equipment yang akan digunakan sebagai tujuan Maintenance Checklist.
Apabila Checklist hanya berlaku untuk satu equipment tertentu, pilih equipment tersebut dari daftar yang tersedia.
Note: Apabila Checklist yang dibuat berlaku untuk seluruh equipment dengan Equipment Type yang telah dipilih, pilih All Equipment. Pilihan ini dapat digunakan untuk mempermudah konfigurasi apabila beberapa equipment memiliki kegiatan maintenance yang sama.
Melanjutkan ke Halaman Checklist
Setelah Equipment Type, Maintenance Classification, dan Equipment selesai ditentukan, klik tombol Next untuk melanjutkan.
Sistem akan menampilkan halaman Checklist, tempat user dapat memasukkan detail kegiatan maintenance yang akan dilakukan, termasuk aktivitas maintenance, interval maintenance, serta informasi lain yang diperlukan.

FORM CHECKLIST / ACTIVITIES
Setelah menentukan Equipment Type, Equipment, dan Maintenance Classification, sistem akan menampilkan halaman Add Activity. Halaman ini digunakan untuk mendefinisikan detail kegiatan maintenance yang akan dilakukan, interval pelaksanaannya, metode pencatatan hasil, biaya tenaga kerja, serta sparepart atau consumable yang diperlukan.

Activity Description
Field Activity Description digunakan untuk memasukkan uraian kegiatan maintenance yang harus dilakukan oleh teknisi.
Isi uraian sebaiknya dibuat spesifik dan mudah dipahami agar teknisi dapat mengetahui pekerjaan yang harus dilakukan tanpa menimbulkan interpretasi berbeda.
Contoh:
Pengecekan dan Pembersihan Mingguan
Make This Activity Available for All Equipments in Same Equipment Type
Pilihan ini digunakan untuk menentukan apakah Checklist / Activities yang dibuat akan berlaku untuk seluruh equipment yang memiliki Equipment Type yang sama.
Apabila pilihan ini diaktifkan, Checklist / Activities akan otomatis tersedia untuk seluruh equipment dalam Equipment Type tersebut. Jika tidak diaktifkan, Checklist / Activities hanya berlaku untuk equipment yang telah dipilih sebelumnya.
Fitur ini berguna apabila beberapa equipment dengan jenis yang sama memiliki kegiatan maintenance yang identik.
Maintenance Interval
Field Maintenance Interval digunakan untuk menentukan interval atau frekuensi pelaksanaan Checklist / Activities.
Pilihan interval yang tersedia antara lain:
- Daily – dilakukan setiap hari.
- Weekly – dilakukan setiap minggu.
- Biweekly – dilakukan setiap dua minggu.
- Monthly – dilakukan setiap bulan.
- Bimonthly – dilakukan setiap dua bulan.
- Three Monthly – dilakukan setiap tiga bulan.
Interval yang dipilih akan menjadi acuan sistem dalam menentukan jadwal pelaksanaan maintenance.
Tombol (+) dapat digunakan untuk menambahkan interval maintenance apabila diperlukan, sedangkan tombol hapus digunakan untuk menghapus interval yang dipilih.
Result Type
Field Result Type digunakan untuk menentukan jenis hasil yang akan dicatat ketika Checklist / Activities dilaksanakan.
Terdapat tiga pilihan:
Qualitative
Digunakan apabila hasil pemeriksaan berupa kondisi atau jawaban yang bersifat deskriptif, seperti Good/Bad, OK/Not OK, Normal/Abnormal, atau pilihan kondisi lainnya.
Quantitative
Digunakan apabila hasil pemeriksaan berupa nilai atau angka yang dapat diukur, seperti temperatur, tekanan, getaran, arus, dan parameter teknis lainnya.
Custom
Digunakan apabila hasil pemeriksaan membutuhkan pilihan jawaban atau format hasil yang dibuat secara khusus sesuai kebutuhan perusahaan.
Pemilihan Result Type menentukan bagaimana hasil pelaksanaan Checklist / Activities akan dicatat oleh teknisi.
Activity Category
Field Activity Category digunakan untuk menentukan kategori dari Checklist / Activities yang dibuat.
Contohnya:
Cleaning, Inspection, Lubrication, Adjustment, Replacement, dan kategori maintenance lainnya sesuai dengan konfigurasi sistem.
Kategori ini membantu mengelompokkan kegiatan maintenance sehingga data dapat lebih mudah ditelusuri dan dianalisis.
Labour Price (Rp)
Field Labour Price digunakan untuk menentukan biaya tenaga kerja yang diperhitungkan untuk pelaksanaan Checklist / Activities.
Nilai yang dimasukkan dapat digunakan oleh sistem dalam perhitungan biaya maintenance.
Contoh:
Rp120.000
Measurement Values
Bagian Measurement Values digunakan untuk menentukan parameter pengukuran apabila Result Type yang digunakan adalah Quantitative.
Unit
Digunakan untuk menentukan satuan pengukuran dari parameter yang diperiksa.
Contoh:
- °C untuk temperatur
- PSI untuk tekanan
- Ampere untuk arus
- mm/s untuk vibration
Optimum
Digunakan untuk menentukan nilai kondisi optimum atau nilai yang diharapkan dari parameter yang diukur.
Minimum
Digunakan untuk menentukan batas nilai minimum yang masih dapat diterima.
Maximum
Digunakan untuk menentukan batas nilai maksimum yang masih dapat diterima.
Contohnya, apabila temperatur normal equipment berada pada 80°C, dengan batas minimum 70°C dan maksimum 90°C, maka nilai tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk menilai hasil pengukuran saat maintenance dilakukan.
Sparepart / Consumable
Bagian Sparepart / Consumable digunakan untuk menentukan sparepart atau material consumable yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Checklist / Activities.
Sparepart / Consumable
Digunakan untuk memilih sparepart atau consumable yang akan digunakan.
Total
Digunakan untuk menentukan jumlah sparepart atau consumable yang diperlukan dalam satu pelaksanaan Checklist / Activities.
Tombol (+) digunakan untuk menambahkan sparepart atau consumable lainnya. Tombol hapus digunakan untuk menghapus item yang telah ditambahkan.
Contoh:
AC-TV-006 (Thermostatic Valve Element) — Total: 1
Dengan pengaturan ini, kebutuhan sparepart yang terkait dengan Checklist / Activities dapat tercatat dan diperhitungkan ketika maintenance dilaksanakan.