How can we help?
-
Basic Concept
-
Analysis
-
Soluman V4.0
-
- Pengenalan Work Order
- Membuat Work Order
- Technician: Mengerjakan Work Order (Web dan Mobile)
- Technician: Cara Membuat Laporan Maintenance (Web dan Mobile)
- Engineer / Manager: Review dan Approve Laporan Maintenance
- Work Order atau Maintenance Report Tidak Dapat Dilanjutkan Karena Spare Part Belum Di-Approve
- Menambah Maintenance Checklist / Activity Saat Work Order Selesai
-
- Pengenalan Modul Sparepart
- Panduan Cara Input Purchase Requisition (PR)
- Panduan Cara Input Purchase Order (PO)
- Registrasi, Edit dan Hapus Master Sparepart
- Satu Gudang Untuk Multi Plant
- Menambahkan Data Sparepart Pada Suatu Plant
- Membuat Transaksi Sparepart
- Konfirmasi Ketersediaan Sparepart pada Work Order
- Rencana Penggunaan Sparepart dan Track Penggunaan Sparepart
- Menambahkan Vendor Supplier Sparepart
-
- Master Data: Asset Register – Plant dan Section
- Master Data: Asset Register – Filosofi Equipment Type
- Master Data: Asset Register – Mengubah dan Menghapus Data Equipment
- Master Data: Asset Register – Registrasi Equipment
- Master Data: Companies
- Master Data: Grouping dan Scoping
- Master Data: Maintenance Checklist / Activity
- Master Data: Mengubah, Menghapus, Enable dan Disable Maintenance Checklist / Activity
-
Soluman Manual V3
< All Topics
Print
Flow Process Preventive Maintenance
Posted
Updated
Byadmin

Flow process pelaksanaan kegiatan preventive/certification maintenance ditunjukkan pada gambar diatas.
- Schedule/maintenance plan yang berisi waktu pelaksanaan, pelaksana pekerjaan, dan daftar spare part yang digunakan disusun oleh planner atau account lain yang diberikan kewenangan
- Work order dibuat berdasarkan maintenance plan untuk menjadi dasar tim teknisi melaksanakan kegiatan maintenance
- Apabila kegiatan maintenance membutuhkan spare part maka sinyal order akan masuk ke bagian gudang sehingga warehouse officer dapat memeriksa ketersediannya dan menyiapkannya.
- Technician Coordinator melakukan acknowledge (menerima) work order yang ditujukan padanya.
- Tim teknisi melaksanakan kegiatan maintenance berdarkan detail yang ada pada work order
- Setelah kegiatan selesai Technician Coordinator menyusun laporan maintenance yang berisi realisasi kegiatan maintenance seperti:
- Waktu aktual pelaksanaan
- Pekerja (teknisi) yang melaksanakan kegiatan
- Check list aktifitas maintenance sebelum dan setelah kegiatan
- Kesimpulan terhadap kesehatan peralatan
- Sparepart yang digunakan
- Kebutuhan lain yang digunakan serta biayanya
- Catatan tambahan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan maintenance
- Laporan yang telah disusun di review oleh engineer untuk memastikan kesesuaiannya
- Laporan yang telah di review oleh engineer dilanjutkan review oleh site manager dan dilanjutkan dengan proses approval
- Apabila dalam proses review ada ketidaksesuaian pada laporan maka laporan dapat di reject untuk dilakukan perbaikan kembali
- Laporan maintenance yang telah finish tersimpan dalam database dan dapat diakses kebutuhan lanjutan.
Note:
Kewenangan masing-masing pekerja dapat disesuaikan dengan proses bisnis masing-masing perusahaan,
Table of Contents